Udah lama tau ungkapan ini, udah lama denger ungkapan ini, tapi menyadari betapa bermaknanya kata ini baru beberapa hari yang lalu.
"Everybody has a Chance" tiba-tiba teringat sebuah ungkapan ini. Dan tiba-tiba juga terenyak, telah menghilangkan hak yang dimiliki orang tersebut.
Menyesal belum terlambat, setidaknya, inilah yang dipikirkan saat ini. Ngga tau bakal dibaca sama ybs ato ngga. ^^
Dear ybs,
I don't think you'll be glad when u read this passage. But actually, I want to make you understand with all of this complicated feelings. Well, I don't know how to start, and I also don't know where's the exit. I can't find any.. So, without I realized what had already happened, I was trapped in this maze.
Actually, I wanna make understand, but at the same time, a little part of me whisper to me and not permitted myself to do that and it.. It reasonable..
I.am.bo.red..
In my daily prayer, I always ask god how to solve it,, but, I don't know what did HE say to me, becos, it feels so, nothing..
well, I don't what are you. where do u come from, for what did you came to, and what you wanna do.. For me, it just, a little weird. and maybe, I'm not that sensitive, so actually, you should throwing a coral or a stone to woke me up from my unconsciuos..
A little part, and maybe l8r, I'll finished my work.
A chance.. you should have it too..
Rabu, 17 Maret 2010
Everybody has a Chance
Diposting oleh Ms.D di 04.11 5 komentar
Sabtu, 30 Januari 2010
Whose fault is this?
As we know, we actually like to blame someone for the mistakes that we are afraid to confess. If there's a problem comes to us, we sometimes don't want to admit if it was caused by us.
For example,
One day, there was a little boy who lost his toy, and his daddy asked him whether he needed his help or not. The little boy said, "I do.." and then he described what toy which was lost.
Then, the father said "Oh, lets find that toy together. I remember I put that toy in your box." But, the kid said to his father, "No Daddy, I have been already looking for it, but there's nothing..". The father said patiently, "Why don't you try to see it in your box first?" The kids was impatient, and with a bit yelling he said to his father "No I won't.. I have been already looking into the box. Why do you always displaced my stuff??!" The father got impatient and said, "Because a lot of your stuff isn't on their place, so it bothers me, and I move it up.!" The kid was worried if the toy that he borrowed from his friend lost forever, what would he said to him. So, panic and madly he said, "I don't care, just find it, I don't wanna try to search for it..!" Daddy was mad too, then, he took the toy from the box and spill out all of the toys. Some of the toys, were broken, than the kid started to cry. Daddy didn't care about it. He was mad, in his mind, he tried to help, but, the kid didn't appreciate his father's effort. When the father tried to help, the kid was yelling at him. But, the father forgot one thing, he didn't remember why that things happened. He forgot the reason why his boy was yelling at him.
Normally, Daddy just laughs when the kid yells at him. The father has good sense of humor, he lets his boy talks impolitely to him. One day, when the father was in the serious mood, the kid (who didn't know anything about his daddy's feeling) just did the same thing as usual. The father got mad, but, he didn't remember what he had already done before.
The kid cried, not because he was impolite, but because the kid didn't understand.
In the daily life, sometimes we do the same thing too, such as, blaming people, impeaching people for things that the person himself doesn't understand but we still blame them.
When you reading this story. It seems like the kids was just impolite. But, have u thing something like in the story is very common to happen in a daily life. It seems that it is our natural habit to blame someone when something bad happens, which is often caused by ourselves. We don't like if someone blames us for what we never do, but we are likely to blame others.
Conslusion:
I've no specific idea to write the conclusion. Reader, would you mind to make your own conclusion after read this passage? Thanks before.. ^^
Diposting oleh Ms.D di 20.08 0 komentar
Jumat, 29 Januari 2010
A thousand Miles - Vanessa Carlton
Making my way downtown
Walking fast
Faces passed
And I'm home bound
Staring blanky ahead
Just making my way
Making my way
Through the crowd
Now I need you
Now I miss you
And now I wonder
If I could fly
In to the sky
Do you think time
Would pass me by
'cause you know I'd walk a thousand miles
If I could just see you
Tonight
It's always time like this
When I think of you
And I wonder
If you ever
Think of me
'Cause everything's so wrong
And I don't belong living in your precious memorie
'Cause I need you
And now I miss u
and now I wonder
And I, I
Don't want to let u know
I, I
Drown in your memory
I, I
Don't want to let this go
I, I
Don't
Making my way downtown
Walking fast
Faces passed
and I'm home bound
Staring blanky ahead
Juat making my way
making my way
Through the crowd
Now I need you
Now I miss you
And now I wonder
If I could fall
in to the sky
do you think time
would pass me by
'Cause you know I'd walk a thousand miles
If I could just see u
If I could just hold you
tonight..
Diposting oleh Ms.D di 02.53 0 komentar
Rabu, 06 Januari 2010
Perjalanan itu dimulai dari kelahiran kita. Tapi, cerita ini bukan milik kita, kita hanya sub-judul. Lalu, yang memiliki cerita siapa? Yang pasti bukan kita, karna kita hanya sub-judul.
Dalam perjalanan tersebut, banyak hal yang akan kita jumpai. Bermacam-macam pengalaman mengisi perjalanan hidup. Long Journey..
Diposting oleh Ms.D di 03.33 0 komentar
Selasa, 05 Januari 2010
Coelacanth
Well, this is about... "Knowledge" knowledge,, knowledge.. why u're growing up soooo fast...??
Dizaman modern ini, knowledge sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga, tidak ada salahnya menambah pengetahuan kita. Bukan bermaksud mem-bajak karya ilmiah orang, akan tetapi, ingin membagikan pengetahuan ini kepada orang banyak. ^^
Talking about knowledge, let's see about coelacanth..
Coelacanth adalah ikan purba (dari bentuknya yang engga cakep-cakep amat, ketauan bahwa ikan itu bukan ikan modern,, ^^), yang diketahui hanya tinggal di perairan kepulauan Komoro, di Samudera Hindia bagian barat dan temasuk ikan zaman purba yang masih hidup sampai saat ini. (Ikan Coelacanth ini, juga terdapat di Ancol, SeaWorld, dalam bentuk ikan yang diawetin. Ikan Coelacanth Latimeria menadoensis juga diawetkan dan disimpan di Museum Zoologi LIPI, Bogor).
Kata ilmuwan sih ikan ini hidup sejak 400 juta tahun yang lalu. Ditemukan pertama kali pada tahun 1938, yang diyakini bahwa ikan ini sudah punah 70 juta tahun yang lalu. Akan tetapi, beberapa tahun yang lalu, seorang ilmuwan berhasil menjaring ikan ini dengan jaring pada kedalaman 200 meter di pantai Pulau Manado Tua.
Ada beberapa species ikan Coelacanth, antara lain species Latimeria menadoensis, Latimeria chalumnae, dll.
(Naahh,, yang ada di Ancol itu, namanya ikan Latimeria menadoensis)
Ikan ini berukuran besar dengan panjang bisa mencapai dua meter dan berat 100 kg, dan bisa hidup hingga berumur 50 tahun. Ikan ini biasa hidup berkelompok hingga 14 ekor, tetapi mereka sendirian ketika mencari makan.
Yang membuat ia berbeda dengan ikan-ikan lain adalah siripnya. Sirip-sirip yang tebalnya seperti lengan menjadikan para ilmuwan percaya bahwa Coelacanth adalah mata rantai dalam evolusi dari ikan darat berkaki 4. Tetapi, ikan ini bukan hanyut sehingga bisa tiba ke Indonesia. Melainkan Latimeria chalumnae ini adalah species yang lebih muda dibandingkan dengan L.menadoensis.
Diposting oleh Ms.D di 20.10 0 komentar
(no title)
Diposting oleh Ms.D di 20.02 0 komentar
Sabtu, 26 Desember 2009
Hukum Truk Sampah
Cerita ini, mungkin bukan hasil karangan saya, karena cerita ini saya kutip dari sebuah warta minggu beberapa waktu lalu. Tanpa merubah sepatah kata-pun.
"Suatu hari, saya naik sebuah taksi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taksi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut. Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan menjerit kearah kami. Supir taksi hanya tersenyum dan melambai kepada orang-orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikap si supir yang bersahabat. Maka saya bertanya, "Mengapa Anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil Anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!"
Saat itulah saya belajar dari supir taksi tersebut mengenai apa yang saya keudian sebut sebagai "Hukum Truk Sampah." Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti; frustasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup. Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang Anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati. Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka: Kasihilah orang yang memperlakukan Anda dengan benar, berdoalah bagi mereka yang tidak. Hidup itu 10% mengenai apa yang Anda buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya. Hidup bukan mengena menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan. (Unknown)"
Demikianlah rangkaian cerita yang saya ambil dari sebuah warta gereja.
Saya memasukan ini bertujuan agar para pembaca yang membaca ini dapat meyadari bahwa hidup terlalu singkat untuk menanggapi sampah-sampah yang ada di sekitar kita. Hidup kita penuh warna, akan tetapi, sebaiknya warna-warna yang ada didominasi oleh warna-warna yang cerah agar hidup kita dapat lebih indah dan bermakna. Meski terkadang, kita tidak dapat menghindar dari sampah-sampah yang ada disekitar kita. Jadi, sekiranya, cuplikan cerita ini dapat menjadikan anda lebih menikmati hidup.. ^^
Diposting oleh Ms.D di 20.58 0 komentar